Skip to main content

Featured

Kesesuaian Fungsi Bangunan dengan Perda IMB Mojokerto

Gambar Organisasi Ruang Aloon-aloon Mojokerto Image from Google Earth Saya kutip dari Perda Kota Mojokerto No. 9 tahun 2012 tentang IMB: BAB IV FUNGSI DAN KLASIFIKASI BANGUNAN  Bagian Kesatu  Fungsi Bangunan Gedung  Pasal 5  Fungsi bangunan meliputi fungsi hunian, fungsi keagamaan, fungsi usaha, fungsi sosial budaya, serta fungsi khusus.  Klasifikasi bangunan gedung berdasarkan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sesuai dengan pedoman teknis menurut peraturan perundangundangan.  Pasal 6  (1)  Fungsi hunian berupa  :        a. bangunan hunian tunggal;        b. bangunan hunian jamak;        c. bangunan hunian campuran; dan        d. bangunan hunian sementara.  (2) Fungsi...

Sejarah berdirinya Kabupaten Mojokerto

 bismillahbirahmanirahim
Sejarah Berdirinya Kabupaten Mojokerto
Pengertian aloon-aloon: (dari kamus besar indonesia: tanah lapang yang luas di muka keraton atau di muka tempat kediaman resmi bupati, dan sebagainya)

Awal mula berdirinya mojokerto
Saya kutip dari laman mojokerto.co.id

sketsa alun-alunKabupaten yang secara resmi didirikan pada tanggal 9 Mei 1293 ini merupakan wilayah tertua ke-10 di Provinsi Jawa Timur.
Dengan melihat sinyal pada pasal-pasal dua Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Mojokerto Nomor 22/Tap/Kdh/1973 tanggal 12 September 1973, bahwa Ketetapan tentang hari jadi tersebut bersifat sementara, maka pada masa kepemimpinan Bupati Mojokerto H. Mahmoed Zain, SH, M Si sejak awal menjabat, mulai mengadakan pendekatan, mengingat hari jadi Kabupaten Mojokerto yang telah ditetapkan pada Mojokerto yang mempunyai akar sejarah berkaitan erat dengan kebesaran Kerajaan Mojopahit. Maka mulailah dilakukan berbagai upaya untuk menelusuri hari jadi Mojokerto yang lebih berakar kepada perjuangan para pendahulu bangsa ketika pada saat kejayaannya, untuk dijadikan semangat dalam membangun dan mengabdi kepada Negara dan Bangsa saat ini serta dapat memberikan gambaran untuk mampu memberikan loncatan prestasi dimasa mendatang dengan menggali potensi yang ada di daerah.
Upaya pendekatan tersebut antara lain :
  1. Pada tanggal 20 Agustus 1991 dilaksanakan "Seminar Sehari" dengan thema "Kabupaten Mojokerto Menyongsong Hari Esok"
  2. Pada tanggal 8 September 1992, dilaksanakan simposium Menyongsongg Tujuh Abad Mojopahit, yang dihadiri oleh Bapak Sekjen Depdagri, Gubernur Kepala Daerah tingkat I Jawa Timur, Javanologi Surabaya, Pakar-pakar sejarah baik yang datangnya dari Kabupaten Mojokerto sendiri maupun dari luar daerah.
  3. Disamping itu, berbagai pihak telah memberikan sumbang saran seperti dari kalangan Cerdik Cendikiawan, dari perguruan tinggi dari instansi baik yang datangnya dari Kabupaten Mojokerto sendiri maupun dari luar daerah.
  4. Pembentukan Tim Penulisan Sejarah dengan Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Mojokerto Nomor 438 Tahun 1992 tentang Pembentukan Tim Penulisan Sejarah Mojokerto.
Dengan memperhatikan rentetan peristiwa yang terjadi maka dapat ditetapkan 8(delapan) alternatif untuk dipertimbangkan sebagai Hari Jadi Mojokerto yaitu :
  1. Pertemuan antara Perdana Menteri Mojopahit, Shi - nan - da - cha - ya dengan shih-pi, Panglima tertinggi pasukan Tar-Tar, dapat dipandang sebagai wujud pengakuan diplomatik atas Negara berdaulat dalam rangka kerjasama Internasional untuk menyerang Doho. Hal ini akan mengacu pada tanggal 1 bulan ke 3 Tarikh Cina atau tanggal 8 April 1293.
  2. Pada saat Raden Wijaya mulai mengatur strategi untuk melawan pasukan Tar-tar, saat ia memperoleh ijin dari kota Kediri ke Mojopahit pada tanggal 2 bulan ke 4 Tarikh Cina. Titik waktu ini merupakan titik awal kemenangan diplomatik dan militer dipihak Raden Wijaya, karena mulai saat tersebut secara bertahab ia berhasil mengalahkan pasukan Tar-Tar. Dalam Tarikh Masehi peristiwa tersebut adalah tanggal 9 Mei 1293.
  3. Titik waktu tentara Mojopahit memperoleh kemenangan total terhadap pasukan Tar-tar. ini berarti mengacu pada keputusan pimpinan pasukan Tar-tar untuk meninggalkan Pat-shieh, pada tanggal 24 bulan 4 Tarikh Cina atau tanggal 31 Mei 1293. Titik waktu ini ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Surabaya.
  4. Titik waktu penobatan Raden Wijaya sebagaimana diceritakan pada Kitab Harsa Wijaya atau Titik waktu penerbitan Prasasti Gunung Botak.
  5. Dari Khasanah Kidung, juga menunjukkan titk waktu peristiwa penting dalam sejarah Mojopahit. 
  6. Dari khasanah prasasti juga ditemukan titk waktu peristiwa yang erat kaitannya dengan sejarah Mopahit. Kidung Harsa Wijaya menyebutkan bahwa Penobatan Raden Wijaya sebagai Raja Terjadi pada tanggal 12 Nopember 1293 (1215 C). Titik waktu ini dikemudian dikenal sebagai Hari Mojopahit. Prasasti Gunung Botak yang diterbitkan pada tanggal 11 September 1294 memberitakan secara panjang lebar riwayat Rajakuta Mojopahit.
  7. Perjanjian Gianti yang tangani pada tanggal 13 Pebruari 1755.
  8. Saat ditanda tangani penyerahan Kabupaten Japan pada tanggal 1 Agustus 1812 oleh Kesultanan Jogyakarta kepada Perintah Inggris di Jawa.
Selanjutnya setelah melalui proses pembahasan didalam sidang-sidang Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Mojokerto, mengenai Hari Jadi Kabupaten Mojokerto telah disepakati bahwa Hari Jadi Kabupaten Mojokerto adalah tanggal 9 Mei 1293 Masehi, dengan Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Nomor : 09 Tahun 1993 tanggal 8 Mei 1993, tentang persetujuan Penetapan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto, maka Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Mojokerto saat itu H. Mahmoed Zain, SH mengeluarkan Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Mojokerto Nomor : 230 Tahun 1993 tanggal 8 Mei 1993 tentang Penetapan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto.
Dari uraian-uraian tersebut diatas disimpulkan bahwa :
Dengan tidak diberlakukannya Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Mojokerto tanggal 12 September 1973 Nomor : 22/TAP/Kdh/1973 tentang Penetapan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto, maka Hari jadi Mojokerto adalah tanggal 09 Mei 1293 Masehi yang selanjutnya ditetapkan sebagai Hari jadi Kabupaten Mojokerto.
Sebagai pelengkap perkembangan Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Bupati yang menjabat sejak Tahun 1811 berturut-turut adalah sebagai berikut :

NO.
NAMA BUPATI 
LAMA MENJABAT
01.
R. ADIPATI PRAWIRODIRDJO 
16 Th. (1811 – 1827)
02.
R. ADIPATI TJONDRO NEGORO
23 Th. (1827 – 1850)
03.
R. TUMENGGUNG PANDJI TJONDRO NEGORO
13 Th. (1850 – 1863)
04.
R. TUMENGGUNG KERTOKUSUMO
3 Th. (1863 – 1866)
05.
R. ADIPATI ARIOKROMODJOJO ADINEGORO
18 Th. (1866 – 1894)
06.
PUTERA R.A.A KROMODJOJO ADINEGORO
22 Th. (1894 – 1916)
07.
R. ADIPATI KROMO ADINEGORO
17 Th. (1916 – 1933)
08.
M.NG. REKSO AMITPRODJO
2 Th. (1933 – 1935)
09.
R. T.A.A. REKSO AMITPRODJO
10 Th. (1935 – 1945)
10.
DOKTER SOEKANDAR
2 Th. (1945 – 1947)
11.
M. PAMUDJI
2 Th. (1947 – 1948)
12.
R. T.A.A. REKSO AMIT PRODJO
2 Th. (1948 – 1949)
13.
R. AMIN NOTO WIDJOJO
1 Th. (1949 – 1950)
14.
R. SOEHARTO
8 Th. (1950 – 1958)
15.
R. ARDI SRIWIDJOJO
7 Th. (1958 – 1965)
16.
R. ACHMAD BASOENI, MAYOR INF.
9 Th. (1965 – 1974)
17.
K. SUPENO SOERJOATMODJO
1 Th. (1974 – 1975)
18.
H.D. FATCHOERROCHMAN
10 Th. (1975 – 1985)
19.
Drs. KOENTO SOETEDJO
5 Th. (1985 – 1990)
20.
MACHMOED ZAIN, SH. MSi
5 Th. (1990 – 1995)
21.
MACHMOED ZAIN, SH. MSi
5 Th. (1995 – 2000)
22.
Drs. H. ACHMADY, MSi. MM.
5 Th. (2000 – 2005)
23.
Dr. Drs. H. ACHMADY, MSi. MM.
3 Th (2005 – 2008)
24.
Drs. H. SUWANDI, MM
2 Th (2008 – 2010)
25.
H. MUSTOFA KAMAL PASA, SE
(2010  Sampai sekarang)
Dari uraian-uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa :
Dengan tidak diberlakukannya Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Mojokerto tanggal 12 September 1973 Nomor : 22/TAP/Kdh/1973 tentang Penetapan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto, maka Hari Jadi Mojokerto adalah tanggal 09 Mei 1293 Masehi yang selanjutnya ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Mojokerto.

(Dikutip dari : Buku Kerja 2004, Pemerintah Kabupaten Mojokerto)


Lalu Sejak kapan penggunaan kata Mojokerto muncul?
Sejarah Aloon-aloon Mojokerto?
Mungkin ada yang bisa membuka tabir sejarah dengan berbagi cerita...sumonggo...

Mojokerto, Oktober 2017
Mokhammad Soni

Comments

Popular Posts