Sejarah Berdirinya Kabupaten Mojokerto
Pengertian
aloon-aloon: (dari kamus besar indonesia: tanah
lapang yang luas di muka keraton atau di muka tempat kediaman resmi
bupati, dan sebagainya)
Awal
mula berdirinya mojokerto
Saya kutip dari laman mojokerto.co.id
Kabupaten
yang secara resmi didirikan pada tanggal 9 Mei 1293 ini merupakan
wilayah tertua ke-10 di Provinsi
Jawa Timur.
Dengan
melihat sinyal pada pasal-pasal dua Keputusan Bupati Kepala Daerah
Tingkat II Mojokerto Nomor 22/Tap/Kdh/1973 tanggal 12 September 1973,
bahwa Ketetapan tentang hari jadi tersebut bersifat sementara, maka
pada masa kepemimpinan Bupati Mojokerto H. Mahmoed Zain, SH, M Si
sejak awal menjabat, mulai mengadakan pendekatan, mengingat hari jadi
Kabupaten Mojokerto yang telah ditetapkan pada Mojokerto yang
mempunyai akar sejarah berkaitan erat dengan kebesaran Kerajaan
Mojopahit. Maka mulailah dilakukan berbagai upaya untuk menelusuri
hari jadi Mojokerto yang lebih berakar kepada perjuangan para
pendahulu bangsa ketika pada saat kejayaannya, untuk dijadikan
semangat dalam membangun dan mengabdi kepada Negara dan Bangsa saat
ini serta dapat memberikan gambaran untuk mampu memberikan loncatan
prestasi dimasa mendatang dengan menggali potensi yang ada di daerah.
Upaya
pendekatan tersebut antara lain :
-
Pada
tanggal 20 Agustus 1991 dilaksanakan "Seminar Sehari"
dengan thema "Kabupaten Mojokerto Menyongsong Hari Esok"
-
Pada
tanggal 8 September 1992, dilaksanakan simposium Menyongsongg Tujuh
Abad Mojopahit, yang dihadiri oleh Bapak Sekjen Depdagri, Gubernur
Kepala Daerah tingkat I Jawa Timur, Javanologi Surabaya, Pakar-pakar
sejarah baik yang datangnya dari Kabupaten Mojokerto sendiri maupun
dari luar daerah.
-
Disamping
itu, berbagai pihak telah memberikan sumbang saran seperti dari
kalangan Cerdik Cendikiawan, dari perguruan tinggi dari instansi
baik yang datangnya dari Kabupaten Mojokerto sendiri maupun dari
luar daerah.
-
Pembentukan
Tim Penulisan Sejarah dengan Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat
II Mojokerto Nomor 438 Tahun 1992 tentang Pembentukan Tim Penulisan
Sejarah Mojokerto.
Dengan
memperhatikan rentetan peristiwa yang terjadi maka dapat ditetapkan
8(delapan) alternatif untuk dipertimbangkan sebagai Hari Jadi
Mojokerto yaitu :
-
Pertemuan
antara Perdana Menteri Mojopahit, Shi - nan - da - cha - ya dengan
shih-pi, Panglima tertinggi pasukan Tar-Tar, dapat dipandang sebagai
wujud pengakuan diplomatik atas Negara berdaulat dalam rangka
kerjasama Internasional untuk menyerang Doho. Hal ini akan
mengacu pada tanggal 1 bulan ke 3 Tarikh Cina atau tanggal 8 April
1293.
-
Pada
saat Raden Wijaya mulai mengatur strategi untuk melawan pasukan
Tar-tar, saat ia memperoleh ijin dari kota Kediri ke Mojopahit pada
tanggal 2 bulan ke 4 Tarikh Cina. Titik waktu ini merupakan titik
awal kemenangan diplomatik dan militer dipihak Raden Wijaya, karena
mulai saat tersebut secara bertahab ia berhasil mengalahkan pasukan
Tar-Tar. Dalam Tarikh Masehi peristiwa tersebut adalah tanggal 9 Mei
1293.
-
Titik
waktu tentara Mojopahit memperoleh kemenangan total terhadap pasukan
Tar-tar. ini berarti mengacu pada keputusan pimpinan pasukan Tar-tar
untuk meninggalkan Pat-shieh, pada tanggal 24 bulan 4 Tarikh Cina
atau tanggal 31 Mei 1293. Titik waktu ini ditetapkan sebagai
Hari Jadi Kota Surabaya.
-
Titik
waktu penobatan Raden Wijaya sebagaimana diceritakan pada Kitab
Harsa Wijaya atau Titik waktu penerbitan Prasasti Gunung Botak.
-
Dari
Khasanah Kidung, juga menunjukkan titk waktu peristiwa penting dalam
sejarah Mojopahit.
-
Dari
khasanah prasasti juga ditemukan titk waktu peristiwa yang erat
kaitannya dengan sejarah Mopahit. Kidung Harsa Wijaya
menyebutkan bahwa Penobatan Raden Wijaya sebagai Raja Terjadi pada
tanggal 12 Nopember 1293 (1215 C). Titik waktu ini dikemudian
dikenal sebagai Hari Mojopahit. Prasasti Gunung Botak yang
diterbitkan pada tanggal 11 September 1294 memberitakan secara
panjang lebar riwayat Rajakuta Mojopahit.
-
Perjanjian
Gianti yang tangani pada tanggal 13 Pebruari 1755.
-
Saat
ditanda tangani penyerahan Kabupaten Japan pada tanggal 1 Agustus
1812 oleh Kesultanan Jogyakarta kepada Perintah Inggris di Jawa.
Selanjutnya
setelah melalui proses pembahasan didalam sidang-sidang Dewan
Perwakilan Rakyat Kabupaten Mojokerto, mengenai Hari Jadi Kabupaten
Mojokerto telah disepakati bahwa Hari Jadi Kabupaten Mojokerto adalah
tanggal 9 Mei 1293 Masehi, dengan Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah Nomor : 09 Tahun 1993 tanggal 8 Mei 1993, tentang persetujuan
Penetapan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto, maka Bupati Kepala Daerah
Tingkat II Kabupaten Mojokerto saat itu H. Mahmoed Zain, SH
mengeluarkan Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II
Mojokerto Nomor : 230 Tahun 1993 tanggal 8 Mei 1993 tentang Penetapan
Hari Jadi Kabupaten Mojokerto.
Dari
uraian-uraian tersebut diatas disimpulkan bahwa :
Dengan tidak
diberlakukannya Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II
Mojokerto tanggal 12 September 1973 Nomor : 22/TAP/Kdh/1973 tentang
Penetapan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto, maka Hari jadi Mojokerto
adalah tanggal 09 Mei 1293 Masehi yang selanjutnya ditetapkan sebagai
Hari jadi Kabupaten Mojokerto.
Sebagai pelengkap
perkembangan Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Bupati yang menjabat
sejak Tahun 1811 berturut-turut adalah sebagai berikut :
NO.
|
NAMA
BUPATI
|
LAMA
MENJABAT
|
01.
|
R.
ADIPATI PRAWIRODIRDJO
|
16
Th. (1811 – 1827)
|
02.
|
R.
ADIPATI TJONDRO NEGORO
|
23
Th. (1827 – 1850)
|
03.
|
R.
TUMENGGUNG PANDJI TJONDRO NEGORO
|
13
Th. (1850 – 1863)
|
04.
|
R.
TUMENGGUNG KERTOKUSUMO
|
3
Th. (1863 – 1866)
|
05.
|
R.
ADIPATI ARIOKROMODJOJO ADINEGORO
|
18
Th. (1866 – 1894)
|
06.
|
PUTERA
R.A.A KROMODJOJO ADINEGORO
|
22
Th. (1894 – 1916)
|
07.
|
R.
ADIPATI KROMO ADINEGORO
|
17
Th. (1916 – 1933)
|
08.
|
M.NG.
REKSO AMITPRODJO
|
2
Th. (1933 – 1935)
|
09.
|
R.
T.A.A. REKSO AMITPRODJO
|
10
Th. (1935 – 1945)
|
10.
|
DOKTER
SOEKANDAR
|
2
Th. (1945 – 1947)
|
11.
|
M.
PAMUDJI
|
2
Th. (1947 – 1948)
|
12.
|
R.
T.A.A. REKSO AMIT PRODJO
|
2
Th. (1948 – 1949)
|
13.
|
R.
AMIN NOTO WIDJOJO
|
1
Th. (1949 – 1950)
|
14.
|
R.
SOEHARTO
|
8
Th. (1950 – 1958)
|
15.
|
R.
ARDI SRIWIDJOJO
|
7
Th. (1958 – 1965)
|
16.
|
R.
ACHMAD BASOENI, MAYOR INF.
|
9
Th. (1965 – 1974)
|
17.
|
K.
SUPENO SOERJOATMODJO
|
1
Th. (1974 – 1975)
|
18.
|
H.D.
FATCHOERROCHMAN
|
10
Th. (1975 – 1985)
|
19.
|
Drs.
KOENTO SOETEDJO
|
5
Th. (1985 – 1990)
|
20.
|
MACHMOED
ZAIN, SH. MSi
|
5
Th. (1990 – 1995)
|
21.
|
MACHMOED
ZAIN, SH. MSi
|
5
Th. (1995 – 2000)
|
22.
|
Drs.
H. ACHMADY, MSi. MM.
|
5
Th. (2000 – 2005)
|
23.
|
Dr.
Drs. H. ACHMADY, MSi. MM.
|
3
Th (2005 – 2008)
|
24.
|
Drs.
H. SUWANDI, MM
|
2
Th (2008 – 2010)
|
25.
|
H.
MUSTOFA KAMAL PASA, SE
|
(2010
Sampai sekarang)
|
Dari
uraian-uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa :
Dengan
tidak diberlakukannya Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II
Mojokerto tanggal 12 September 1973 Nomor : 22/TAP/Kdh/1973 tentang
Penetapan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto, maka Hari Jadi Mojokerto
adalah tanggal 09 Mei 1293 Masehi yang selanjutnya ditetapkan sebagai
Hari Jadi Kabupaten Mojokerto.
(Dikutip
dari : Buku
Kerja 2004, Pemerintah Kabupaten Mojokerto)
Lalu Sejak kapan penggunaan kata Mojokerto muncul?
Sejarah Aloon-aloon Mojokerto?
Mungkin ada yang bisa membuka tabir sejarah dengan berbagi cerita...sumonggo...
Mojokerto, Oktober 2017
Mokhammad Soni
Comments
Post a Comment